[Room 301] - Start Anew [P]

View previous topic View next topic Go down

[Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kanata on Wed Apr 21, 2010 2:47 pm

Timeline: Awal April
_____________________________________________

Hari ini dia sudah meluangkan waktu untuk berbenah--tepatnya membenahi apartemen yang akan ditinggalnya selama menjalani masa perkuliahan di sini. Dia juga sudah membeli segala kebutuhan mendesak macam alat mandi, alat tulis, serta perlengkapan makan dan tidur. Tak lupa, yang terpenting dari semuanya adalah kehadiran sang kekasih yang dimintanya secara khusus untuk datang ke tempat ini bersamanya dan membantunya beres-beres.

Apartemen itu memang tidak mewah, mengingat memang hanya ditujukan bagi mahasiswa yang berkuliah di universitas itu. Akan tetapi, walaupun tidak mewah, ia bisa mengatakan dengan yakin bahwa itu sudah mencukupi apa yang diperlukannya. Ada dapur, ada kamar tidur, ada kamar mandi juga ruang tengah. Fasilitas juga memadai, jadi tampaknya dia takkan mengkomplain apapun.

Apapun, kecuali keputusan kekasihnya untuk tidak ikut pindah bersamanya.

Melirik kesal, belum sempat membicarakan hal tersebut secara lebih mendetail. Kekasihnya belum pula mengemukakan alasan mengapa ia menolak tinggal bersama dirinya padahal jelas-jelas apartemen itu telah ia sewa dengan harga tertinggi sebagai apartemen pribadi. Sebenarnya ingin membuat kejutan dengan melakukannya, namun rupanya malah dia sendiri yang terkejut ketika sang pacar menolak diajak tinggal berdua.

"Jadi, kenapa kau tidak mau kita tinggal berdua?" tanyanya, masih dengan wajah merengut yang jarang ditampakkannya ketika memakai topeng tenangnya. Pertanda bahwa dirinya benar-benar masih belum bisa menerima kenyataan kalau di tempat ini dia akan menghabiskan hari-hari membosankan bersama tugas yang menumpuk sendirian.
avatar
Kanata

Age : 26
Posts : 51
Join date : 2010-02-17

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kagetsu Kiryuu on Wed Apr 28, 2010 9:13 am

Lulusan. Masuk kuliah. Kepindahan.

Sejujurnya diri pun tak mengerti mengapa bisa begitu mudah membiarkan sang kekasih yang sudah lulus dalam masa SMA masuk ke dalam universitas berasrama. Membuatnya terpisah dari diri karena tembok bernama asrama seperti yang dialaminya dulu ketika sang kekasih masih bersekolah di Shiroi Gakuin. Berpikir bahwa dengan kelulusan maka semuanya akan beres.

Salah besar.

Masih belum mengerti mengapa sang pemuda harus masuk ke universitas berasrama. Dikatakan bahwa universitas yang terpilih adalah universitas terbaik. Tak ingin dianggap menghalangi keinginan sang kekasih untuk maju akhirnya dia pun menyetujui terutama setelah Kiryuu tahu bahwa selain asrama, para mahasiswa masih disediakan satu pilihan tempat tinggal berupa apartemen yang lebih bebas--termasuk dalam memilih teman sekamar dan jam pulang.

Kasus selesai.

Seharusnya kan. Karena nyatanya Kiryuu tidak merasa begitu. Terutama setelah dirinya menyadari tempat apa yang dipilih oleh sang pemuda. Tempat dimana dia berada. Entah harus merasa kesal atau senang dengan pilihan tempat tinggal sang kekasih. Tapi tak bisa memintanya pindah pula karena didengarnya sang kekasih sudah berjuang keras untuk bisa mendapatkan satu kamar di apartemen itu. Terkutuklah siapa saja yang membuat sistem credits untuk mahasiswanya di universitas ini.

Dammit! Why it have to be this stupid school with this stupid apartement??

"Jadi, kenapa kau tidak mau kita tinggal berdua?"

Memandang sang pemuda. Alis berkerut. Ah ya, nyaris saja dia melupakan fakta bahwa kepindahannya mengikuti sang pemuda untuk tinggal bersama tak bisa terlaksana dalam waktu dekat karena pernikahan yang akan dilakukan sang kakak di bulan Mei. Tak menyangka sebenarnya sang kakak bisa menikah. Tapi nyatanya bisa terjadi dan anehnya anak-anaknya tak ada satupun yang menolak. Sibuk jelas akan terjadi dan Kiryuu tak bisa meninggalkan sang kakak sendirian menyiapkan segalanya mengingat hanya dialah satu-satunya keluarga yang cukup dewasa dan bisa diandalkan untuk bisa membantu. Satu alasan yang cukup kuat untuk bisa membuat Kiryuu membatalkan kepindahan dan tinggal bersama sang pemuda. Setidaknya hingga pernikahan berlangsung.

Menunda mungkin kata yang lebih tepat.

Menghentikan kegiatannya mengeluarkan barang yang berada di dalam kardus. Menoleh memandang sang kekasih, masih dengan alis berkerut yang sama. Kenapa harus bertanya jika jelas dan tak tahukah sang kekasih bahwa dibanding jawaban dari pertanyaan yang diajukan masih ada hal lain yang jauh lebih dikhawatirkan lebih daripada itu?

"Pernikahan kakakku"

Ah, dia lupa bahwa belum ada pembicaraan sebelumnya tentang itu. Terlalu mendadak hingga membuatnya bahkan melupakan untuk memberitahu sang kekasih kabar baik karena segala kesibukan yang juga dialami sang pemuda berambut hitam itu berkaitan dengan test masuk ke universitas, kelulusan, dan sebangsanya.

"Daripada itu dengarkan aku", mendekati sang pemuda, berdiri dari tempatnya berjongkok di lantai, kini berada di hadapan sang pemuda, memegang kedua bahunya erat dan memandangnya serius, "Dengar, kalau kau bertemu dengan seorang pemuda bernama Jascha Iversen di tempat ini kaburlah. Jangan ajak bicara atau apapun. Dia.orang.gila"

Satu kesalahan fatal yang dilupakan oleh Kiryuu.
Bahwa sang kekasih jelas bukanlah tipe yang akan mendengar dan mematuhi perintah begitu saja.
avatar
Kagetsu Kiryuu

Age : 35
Posts : 3
Join date : 2010-02-06

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kanata on Fri Apr 30, 2010 7:49 am

"Pernikahan kakakku"

"He? Menikah dengan siapa? Kapan?"

Pernikahan? Dia baru tahu akan ada pernikahan. Kaget juga mendengar tiga anak setan itu bisa mendapatkan ibu baru. Dan itu artinya akan ada yang mengurus seluruh keluarga dan menjaga si kembar dalam situasi apapun, bukan begitu? Kekasihnya pun pasti merasa tak enak kalau harus terus bersama tinggal di bawah satu atap kan? Alasan bagus untuk menunda adalah pernikahan, namun mungkin itu pula yang nantinya menjadi alasan untuk tinggal di sini bersamanya.

"Apa setelah itu kau akan tinggal disini?"

Biar saja dia terdengar begitu berharap seolah setengah bagian dirinya akan hancur dan menangis andai harapan itu menemui buntu. Apa guna ia bersusah-susah menyewa apartemen ini kalau akhirnya hanya akan sendirian? Dia benci sendiri. Dia tak mau kesepian lagi. Ditambah, kehadiran seorang pacar pasti bisa membuatnya merasa lebih aman karena bagaimanapun ia tak bisa memungkiri bahaya laten yang mengincarnya masih ada, dan ia tak dapat memperkirakan kapan bahaya itu akan datang lagi.

"Daripada itu, dengarkan aku"

Sekarang malah tampak serius seolah hendak membicarakan sesuatu yang begitu penting. Air muka terlihat serius, membuatnya tak tahu mesti menduga apa yang ingin disampaikannya. Mungkin memang sangat penting, terutama karena ia menyebutkan satu nama yang tak bisa diingat Kanata dengan benar sebab namanya terdengar aneh.

"Ja--apa? Memangnya dia siapa? Kenapa kau bilang dia gila?"

Satu-dua alasan yang tidak jelas selalu tak bisa mengikatnya. Coba saja pikir, masa ada orang gila kuliah di sini? Kalau melihat konteksnya, tampaknya yang dimaksud oleh kekasihnya adalah orang itu bukan tak waras secara mental namun memiliki potensi membahayakan cukup tinggi. Walau, ia sendiri tak paham bahaya macam apa yang sedang ia spekulasikan sendiri itu.

Memandangnya bingung, meminta penjelasan lebih atas permintaan sepihak yang baru diajukan kepadanya.
avatar
Kanata

Age : 26
Posts : 51
Join date : 2010-02-17

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kagetsu Kiryuu on Mon May 03, 2010 7:14 pm

"Ja--apa? Memangnya dia siapa? Kenapa kau bilang dia gila?"

"Orang gila adalah orang gila"

Diri menyadari penuh bahwa apa yang dia ucapkan jelas tak akan menjawab pertanyaan sang pemuda. Efek lain bisa saja terjadi mengingat sebagaimana sifat sang pemuda seperti yang dia tahu. Tapi Kiryuu bahkan sudah tak terlalu peduli untuk bisa menjelaskan pada sang kekasih mengenai bentuk seseorang yang menjadi obyek pembicaraan.

Terlalu menyebalkan untuk diingat.

Melepas pegangan di kedua pundak sang kekasih. Menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dirinya sudah membuka satu kata dan cukup mengerti dengan jelas sifat sang kekasih yang jelas tidak akan cukup mudah menyerah hanya dengan penjelasan diri yang seadanya. Jadi hanya ada satu hal yang bisa dilakukan oleh Kiryuu kini.

Memberikan penjelasan.

"Mantanku", mengatakan dengan nada malas yang jelas terasa. Menunjukkan bahwa dirinya tak ingin melakukan, namun dia sudah memulainya tak ada cara lain selain melanjutkan dan nanti mengakhirinya.

"Orang yang berbahaya. Mahasiswa Mihara. Jurusan dan tingkatnya sudah aku lupakan jadi jangan tanyakan"

Memeluk pinggang sang kekasih, menariknya mendekat hingga kedua tubuh berbenturan. Dahi dengan dahi bersatu. Mengucapkan kata yang hampir mirip permohonan. Anehkah? Tentu. Tapi jangan tanyakan Kiryuu mengapa diri bisa melakukan hal itu. Sejak kapan dirinya menjadi begitu posesif akan sesuatu? Biasanya akan dengan mudah melepaskan jika memang sudah dirasa membosankan atau tak penting.

Tapi pemuda itu berbeda.
Kanata adalah perbedaan.

Sejak kapan Kiryuu menyukai perbedaan?

Menghela nafas menyadari hal itu. Segalanya berubah semenjak seorang Kanata memasuki hidupnya. Semua perubahan yang dia alami. Perubahan yang dulu dibencinya kini menjadi seolah hal yang biasa dihadapi. Dan semuanya karena seorang pemuda. Pemuda yang kini menjadi kekasihnya. Pemuda yang berada dalam pelukannya.

"Aku tak ingin kau digoda olehnya"

Berkata tenang. Cemburukah ia? Mungkin saja. Karena semakin kuat Kiryuu mencoba menolak, dirinya semakin menyadari bahwa memang rasa itulah yang dia rasakan pada sang pemuda.

Good, hope he didn't realize it
avatar
Kagetsu Kiryuu

Age : 35
Posts : 3
Join date : 2010-02-06

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kanata on Thu May 06, 2010 5:06 pm

"Mantanku"

Pengakuan yang meluncur dari bibirnya.

Untuk pertama kali setelah sekian bulan menjalani hubungan dengannya, ia baru sadar kekasihnya ini pernah menjadi milik orang lain. Pemikiran tentang bagaimana dulu mereka biasa menikmati hari, berbagi ranjang, bahkan hanya bertukar cerita, mengapungkannya di lautan cemburu. Cemburu yang tak perlu, mengingat sebenarnya dialah yang berstatus kekasihnya sekarang. Dialah yang dilimpahi cinta dan perhatiannya. Yang kurang adalah masa silam, dan itu tak akan bisa diubahnya.

Ditambahkannya keterangan tentang si pacar. Dan permintaan untuk menghentikan pembicaraan tentang dirinya. Dia memang tak tahu peristiwa apa yang telah mengubah rasa sayang menjadi benci, namun ia memahami karena pengalaman itu juga jadi bagian hidupnya. Maka dia menurut, tak menanyakan apapun lagi.

Kening yang saling beradu, tangan yang melingkar di pinggangnya, semua seolah mencoba mengungkap sisi lain sang kekasih yang jarang dilihatnya. Dugaan yang hampir ia pungkiri sendiri, andai sebuah kalimat tak mengikuti gerak-gerik tak terbaca itu.

"Aku tak mau kau digoda olehnya"

Alis terangkat heran. Coba pikir, bukankah yang harusnya cemas adalah dia? Kisah cinta lama bersemi kembali jelas bukan mitos belaka kan? Banyak yang telah mengalaminya.

Lantas, bukankah aneh kalau Kiryuu justru memperingatkannya untuk mewaspadai sang mantan pacar? Apa pula yang ditakutkannya andaikata benar si mantan gila itu menggoda pacarnya? Kanata tak mungkin berpaling begitu saja darinya setelah semuanya yang terlalu berharga untuk ditukar dengan manusia lainnya.

"Honey, harusnya itu kalimatku. Lagipula, memangnya kaupikir aku akan tergoda?" setengah tertawa sembari tangan membelai sisi kepala kekasihnya yang terasa lembut. Membawanya menunduk, menciumnya penuh perasaan.

"Boleh aku minta sesuatu?" ide terlintas di benaknya segera usai bibir mereka terpisah. Menatap pacarnya dengan penuh harap.

Obat penenang untuk meredam kecemburuannya yang tak terungkap--dan tak perlu, sebenarnya.
avatar
Kanata

Age : 26
Posts : 51
Join date : 2010-02-17

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Kagetsu Kiryuu on Fri May 07, 2010 4:13 pm

"Honey, harusnya itu kalimatku. Lagipula, memangnya kaupikir aku akan tergoda?"

Mengangkat wajah sesaat setelah kalimat itu terdengar di telinganya. Merasakan bahwa apa yang dilakukannya adalah satu hal bodoh yang benar-benar menggelikan. Posesif adalah dirinya yang diakui dengan jelas. Biasanya tak mempedulikan meski untuk kali ini mau tak mau dirinya mengakui bahwa ada rasa cemburu merasuk dalam diri, cemburu yang didasarkan karena kebodohan dan pemikiran terlalu jauh dirinya.

Membiarkan kedua bibir mereka bertemu. Balas merasakan sentuhan yang terjadi, mempererat pelukan di antara keduanya. Tak ada napsu yang biasanya muncul, untuk kali ini dirinya hanya ingin menunjukkan pada sang pemuda sisi lain dirinya.

Hingga sentuhan itu berakhir.

"Boleh aku minta sesuatu?"

Memandang sang pemuda. Alis terangkat, jarang sekali bagi Kiryuu bisa mendapatkan ekspresi yang sekarang terukir di wajah sang kekasih. Cukup merasa penasaran meski instingnya menyatakan bahwa ada hal-hal lain yang berbeda yang diminta.

"Tergantung apa yang kau minta, Babe~"

Berkata santai, tersenyum nakal, pelukan masih melingkar di pinggang sang pemuda, seolah tak ingin melepas. Bersiap dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dari permintaan sang pemuda yang kadang jauh di luar perkiraannya. Ingat saja tentang idenya bermain butler dan master yang akhirnya memaksa Kiryuu harus bertingkah seperti pelayan. Satu hari yang cukup memalukan bagi Kiryuu meski diakui pula diri tak keberatan di akhir karena mendapatkan apa yang ia mau.

"--Selama kau tidak minta putus tentunya"

Jelas bercanda. Karena dirinya yakin dengan sangat jelas bahwa hal itu tak mungkin terucap dari bibir sang pemuda. Merasa bersalah sebenarnya karena diri harus meninggalkan sang pemuda sendirian padahal dirinya sudah berjanji akan selalu menemani. Rencana pernikahan sang kakak yang mendadak membuatnya tak memiliki pilihan lain, tak bisa membiarkan mengurus seorang diri. Setidaknya ingin berguna bagi sang kakak sebelum dia menempuh hidup baru.

Salah satu bentuk brother complexnya.

Now, what will you ask for, Kanata-kun~?
avatar
Kagetsu Kiryuu

Age : 35
Posts : 3
Join date : 2010-02-06

View user profile

Back to top Go down

Re: [Room 301] - Start Anew [P]

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum