Maeda Ichirou

View previous topic View next topic Go down

Maeda Ichirou

Post by Maeda Ichirou on Wed Mar 03, 2010 11:07 pm

Nama : Maeda Ichirou

Jurusan : Technical/Teknik

Umur : 18 tahun

Tempat Tanggal Lahir : Hiroshima, 1 April 1992

Semester : 1

Club yang diikuti : belum terpikir

Tinggi / Berat : 183 cm/70 kg

Golongan Darah : B

Hobi : olahraga, memasak, mengurusi para adik, tidur, menonton pertandingan baseball di TV (kalau tidak ada, ganti saluran ke acara memasak), bermain game online di waktu senggang

Likes : keluarganya, uang (tapi bukan berarti mata duitan), gadget dan komputer

Dislikes : orang yang tidak konsisten, orang yang berani menyinggung soal keluarganya, pria lemah/pria banci, wanita yang kelewat cerewet/tukang gosip, dan Ichi paling benci orang yang BOROS!

Personality : seorang yang easy-going, ramah terhadap orang yang juga ramah, penggunaan bahasanya sedikit kasar tetapi tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan siapapun karena memang sudah kebiasaan, tingkah laku dan penampilan mirip preman tapi sebenarnya ia cukup rendah hati

Ciri-ciri fisik : rambut pendek berwarna cokelat muda, tubuh yang tinggi besar namun sedikit berotot (karena rajin olahraga), warna mata cokelat tua, kulit agak kecokelatan karena sering terkena sinar matahari

Kelebihan : jago olahraga terutama basket, tidak pusing kalau harus bergadang mengerjakan tugas, kuat makan dan minum banyak (...ini termasuk kelebihan bukan?), bisa memasak bekal sederhana, cukup up-to-date tentang gadget dan teknologi

Kelemahan : perhitungan dengan uang (kalau tidak mau dibilang pelit), tangan lebih berbicara ketimbang mulut (doyan berantem), mudah terpancing emosi

Latar Belakang :

Lahir di keluarga yang biasa saja. Terdiri dari Ayah, Ibu, dan 3 orang adik yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Sebagai kakak tertua, Ichi bertanggung jawab untuk mengurus ketiga adiknya selama di rumah karena kedua orang tuanya sibuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sang ayah kerja sebagai pegawai kantoran, sang ibu bekerja sebagai pelayan di combini 24 jam (shift siang-sore).

Terbiasa mengurusi para adik, Ichi jadi mengerti bagaimana mengurus pekerjaan rumah tangga juga. Mulai dari memasak, mencuci baju, mengepel, dan sebagainya. Awalnya, ia sedikit kewalahan, tetapi melihat tingkah laku para adik yang begitu manis, segala amarahnya jadi menghilang begitu saja. Sang kakak akrab dengan para adik, kalau bertengkar sekalipun biasanya tidak akan berlangsung lama.
Berhubung ia lebih banyak mengurusi pekerjaan rumah tangga merangkap sebagai orang tua pengganti ketiga adiknya, Ichi menjadi pribadi yang kuat dan tegar. Peran ayah dan ibu ia laksanakan dengan sekuat tenaga sesuai kemampuannya, walau akhir-akhir ini adiknya yang paling tua bisa membantu kakaknya menggantikan peran sebagai ibu.

Kemungkinan besar, karena Ichi sudah mengalami kehidupan yang sulit sejak kecil, pemuda ini jadi lebih menghargai apa yang namanya uang. Ichi adalah orang yang irit, tetapi bukan berarti ia pelit setengah mati. Tidak ada salahnya mengeluarkan uang banyak, selama hal tersebut memang diperlukan atau dalam keadaan darurat. Shopping atau nongkrong tanpa tujuan? Bah, pemborosan baginya! Oleh karena itu, Ichi tidak menyukai orang yang boros luar biasa.

Dalam keseharian, Ichi terlihat seperti anak muda yang omongannya tidak sopan dan terkadang acuh tak acuh dalam menghadapi kedua orang tuanya. Namun, hal itu hanya untuk menutupi fakta bahwa dirinya khawatir akan kesehatan kedua orang tuanya yang bekerja keras demi anak-anaknya tersebut. Sebenarnya, ia ingin cepat-cepat bisa bekerja dan punya penghasilan sendiri, sehingga orang tuanya bisa melepaskan satu beban besar dan Ichi juga bisa membantu kedua orang tuanya membiayai para adik. Berhubung permintaan ayahnya supaya Ichi melanjutkan hingga jenjang kuliah, Ichi tak bisa menolaknya. Terlebih lagi, katanya perusahaan sang ayah bisa mengupayakan beasiswa jika nilai Ichi bisa mencapai target di atas rata-rata. Berita baik, karena beban biaya kuliah jadi berkurang jauh.

Trivia:

Perilaku semi-preman Ichi sebenarnya pengaruh dari teman-teman satu geng di masa SMA-nya dulu. Ichi bukan anak nakal semasa sekolah, malahan ia termasuk murid yang cukup berprestasi di kelasnya. Ia iseng masuk dalam geng karena melihat isi dari anggota geng tersebut orang-orangnya asyik dan ia memang butuh hiburan sedikit, tetapi ternyata sempat membuat kericuhan. Salah satu geng musuh menyindir tentang status keluarganya, Ichi menjadi naik darah dan meninju anak geng musuh tersebut hingga dua giginya lepas.

Ichi sempat kena skors selama satu minggu karena perbuatannya, dan pemuda ini menyesal. Karena kedua orang tuanya yang memohon-mohon pada pihak sekolah ketika ada pertimbangan untuk mengskors Ichi selama satu bulan penuh. Ketika hukuman skors telah turun, kedua orang tuanya tidak memarahi Ichi sama sekali. Ayahnya hanya menepuk bahu Ichi, Ibunya memeluk Ichi, keduanya hanya memberikan perhatian dengan bahasa tubuh tetapi rupanya tepat sasaran. Untuk pertama kalinya, Ichi menangis di depan kedua orang tuanya.

Sejak saat itu, Ichi menjadi semakin yakin bahwa ia prioritas utamanya adalah semua anggota keluarganya. Ichi akan membantu apapun yang bisa ia lakukan demi keluarganya, sekalipun harus mengorbankan harga dirinya.
avatar
Maeda Ichirou

Age : 25
Posts : 106
Join date : 2010-03-03

View user profile http://www.plurk.com/Kunishirou

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum